Laporan bacaan magang 1

 LAPORAN HASIL BACAAN MENGENAI KONSEP STRATEGI BELAJAR MENGAJAR BAHASA ARAB

NAMA : IRVAN FAJARRIANSYAH    

Bacaan saya pada minggu pertama ini mengambil tema mengenai strategi belajar mengajar . Pada jurnal yang yang bisa kalian akses melalui link http://jurnal.iain-padangsidimpuan.ac.id/index.php/DI/article/download/244/225

Pada blok saya kali ini ini saya akan membahas tentang Konsep strategi Belajar mengajar bahasa Arab.Secara umum strategi mempunyai pengertian suatu garis-garis besar haluan untuk bertindak dalam usaha mencapai sasaran yang telah ditentukan dihubungkan dengan belajar mengajar, strategi bisa diartikan sebagai polapola umum kegiatan guru anak didik dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan yang telah digariskan. Dalam dunia pendidikan, strategi diartikan sebagai a plan method or series activities designed to echieves a particular education goal (J.R David, 1976). Jadi dengan demikian strategi pengajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesain untuk mencapai tujuan tertentu.Strategi pembelajaran bahasa Arab adalah suatu upaya untuk mengatur (memenej, mengendalikan) aktivitas pengajaran berdasarkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip pengajaran khususnya dalam bahasa Arab untuk mensukseskan tujuan pengajaran agar tercapai secara lebih efektif, efesien dan produktif yang diawali dengan penentuan strategi dan perencanaan, diakhiri dengan penilaian, dan dari penilaian akan dapat dimanfaatkan sebagai feedback (umpan balik) bagi perbaikan pengajaran.

1. Konsep dasar strategi belajar mengajar Seperti telah diuraikan di atas bahwa konsep dasar strategi belajar mengajar ini meliputi: 

- menetapkan spesipikasi dan kualipikasi perubahan tingkah laku, 

- menentukan pilihan berkenaan dengan pendekatan terhadap masalah belajar mengajar, 

- memilih prosedur, metode, tekhnik belajar mengajar, 

- menerapkan norma dan criteria keberhasilan kegiatan belajar mengajar.

2. Sasaran kegiatan belajar mengajar Sasaran dalam kegiatan belajar mengajar meliputi:  

- pengembangan bakat secara optimal, 

- hubungan antar manusia,

- efesiensi ekonomi, 

- tanggung jawab selaku warga Negara.

3. Belajar mengajar sebagai suatu system Belajar mengajar sebagai suatu system meliputi suatu komponen antara lain tujuan, bahan, siswa, guru, metode, situasi, evaluasi, untuk mencapai itu semua perlu adanya kerja sama.


Jenis-Jenis Strategi Belajar Mengajar 

1. Atas dasar proses pengelolaan pesan a. Strategi deduktif Dengan strategi deduktif materi atau bahan pelajaran diolah dari mulai yang umum, generalisasi atau rumusan ke yang bersifat khusus atau bagian-bagian. Bagian itu berupa sifat, atribut atau cirri-ciri. b. Strategi induktif Dengan strategi induktif materi atau bahan ajaran diolah mulai dari yang khusus (sipat, cirri atau atribut) ke yang umum, generalisasi atau rumusan.

 2. Atas dasar pertimbangan pihak pengelola pesan a. Strategi ekspositorik Dengan strategi ekspositorik bahan atau materi pelajaran diolah oleh guru. Siswa tinggal ”terima jadi” dari guru. Dengan strategi ekspositorik guru yang mencari dan mengelola bahan ajaran yang kemudian menyampaikan. b. Strategi hueristik Dengan strategi hueristik, bahan atau materi pelajaran diolah siswa. Siswa yang aktif mencari dan mengelola bahan pelajaran. Guru sebagai fasilitator untuk memberikan dorongan, arahan dan bimbingan. 

3. Atas dasar pertimbangan pengaturan guru a. Strategi guru Seorang guru mengajar kepada sejumlah siswa. b. Strategi pengajaran beregu Dengan pengajaran beregu, dua orang atau lebih mengajar sejumlah siswa

4. Atas dasar pertimbangan jumlah siswa a. Strategi klasikal b. Strategi kelompok kecil c. Strategi individual

 5. Atas dasar pertimbangan interaksi guru dan siswa a. Strategi tatap muka Akan lebih baik denganmenggunakan alat peraga. b. Strategi pengajaran melalui media Guru tidak langsung kontak dengan siswa, akan tetapi guru mewakilkan kepada media siswa berinteraksi dengan media. Robert M. Gagne membedakan jenis-jenis belajar mengajar ke dalam delapan tipe sebagai berikut:

a. Signal learning (belajar isyarat) 

b. Stimulus-Respons learning (belajar stimulus respons) 

c. Chaining (rantai atau rangkaian) 

d. Verbal Association (asosiasi verbal)

e. Discrimination learning (belajar diskriminasi) 

f. Consept learning (belaqjar konsep)

g. Rulr learning (belajar aturan)

h. Problem solving (pemecahan masalah)

Prinsip-Prinsip Pengajaran Bahasa Arab

 Yang dimaksud dengan prinsip-prinsip dalam bahasan ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan strategi pembelajaran. Oleh sebab itu guru perlu memahami prinsip-prinsip umum penggunaan strategi pembelajaran sebagai berikut: 

1. Berorientasi pada tujuan Dalam system pembelajaran, tujuan merupakan komponen-komponen yang utama. Segala aktivitas guru dan siswa mestilah diupayakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Ini sangat penting, sebab mengajar adalah proses, oleh karenanya keberhasilan suatu strategi pembelajaran dapat ditentukan dari keberhasilan siswa mencapai tujuan pembelajaran.

 2. Aktivitas Belajar bukanlah menghafal sejumlah fakta atau informasi. Belajar adalah berbuat, memperoleh pengalaman tertentu sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Karena itu strategi pembelajaran harus dapat mendorong aktivitas siswa. 

3. Individualitas Mengajar adalah usaha mengembangkan setiap individu siswa, walaupun kita mengajar pada sekelompok siswa namun pada hakikatnya yang ingin kita capai adalah perubahan prilaku setiap siswa. 

4. Integralitas Mengajar harus dipandang sebagai usaha mengembangkan seluruh pribadi siswa. Mengajar bukan hanya mengembangkan kemampuan kognitif saja akan tetapi juga meliputi pengembangan aspek afektifitas prikomotorik. Oleh karena itu strategi pembelajaran dapat mengembangkan seluruh aspek kepribadian siswa secara terintegrasi.


Ada sejumlah prinsip khusus dalam pengolahan pembelajaran, sebagai berikut: 

a. Integratif Prinsip integratif mengandung makna bahwa mengajar bukan hanya sekedar menyampaikan pengetahuan dari guru ke siswa, akan tetapi mengajar dianggap sebagai proses mengatur lingkungan yang dapat merangsang siswa untuk belajar.

 b. Inspiratif Proses pengajaran adalah proses inspiratif, yang memungkinkan siswa untuk mencoba dan melakukan sesuatu.

 c. Menyenangkan Proses pembelajaran adalah proses yang dapat mengembangkan seluruh potensi siswa. Seluruh potensi itu hanya dapat berkembang manakala siswa terlepas dari rasa takut dan menegangkan.

 d. Menentang Proses pembelajaran adalah proses yang menentang siswa untuk mengembangkan kemampuan untuk berfikir yakni merangsang kerja otak secara maksimal. Kemampuan tersebut dapat ditumbuhkan dengan cara mengembangkan rasa ingin tahu siswa melalui kegiatan mencoba-coba, berfikir secara intuitif. 

e. Motivasi Motivasi adalah proses yang sangat penting untuk pembelajaran siswa. Tanpa adanya motivasi, tidak mungkin siswa memiliki kemauan untuk belajar, oleh karena itu membangkitkan motivasi merupakan salah satu peran dan tugas guru dalam setiap proses pembelajaran.

Ada lima prinsip dasar dalam pengajaran bahasa Arab yaitu prinsip prioritas dalam proses penyajian, prinsip koreksitas dan umpan balik, prinsip bertahap, prinsip penghayatan, serta korelasi dan isi: 

1. Prinsip prioritas Dalam pembelajaran bahasa Arab, ada prinsip-prinsip prioritas dalam penyampaian materi pengajaran, yaitu: a) mengajarkan, mendengarkan, dan bercakap sebelum menulis, b) mengakarkan kalimat sebelum mengajarkan kata, c) menggunakan kata-kata yang lebih akrab dengan kehidupan sehari-hari sebelum mengajarakan bahasa sesuai dengan penutur bahasa arab. Mendengar dan berbicara terlebih dahulu dari pada menulis. Prinsip ini berangkat dari asumsi bahwa pengajaran bahasa yang baik adalah pengajaran yang sesuai dengan perkembangan bahasa yang alami pada manusia,6 yaitu setiap anak akan mengawali perkembangan bahasanya dari mendengar dan memperhatikan kemudian menirukannya ada beberapa tekhnik melatih pendengaran/telinga, yaitu: 

-) Guru bahasa asing (Arab) hendaknya mengucapkan kata-kata yang beragam, baik dalam bentuk huruf maupun dalam kata. Sementara peserta didik menirukannya di dalam hati secara kolektif. 

 -) Guru bahasa asing kemudian melanjutkan materinya tentang bunyi.

Adapun dalam pengajaran pengucapan dan peniruan dapat menempuh langkah-langkah berikut:

 -) Peserta didik dilatih untuk melafalkan huruf-huruf tunggal yang paling mudah dan tidak asing, kemudian dilatih dengan huruf huruf dengan tanda panjang dan kemudian dilatih dengan lebih cepat dan seterusnya dilatih dengan melafalkan kata-kata dan kalimat dengan cepat.

-) Mendorong peserta didik ketika proses pengajaran menyimak dan melafalkan huruf atau kata-kata untuk meniru intonasi, cara berhenti, maupun panjang pendeknya.

Mengajarkan kalimat sebelum mengajarkan bahasa dalam mengajarkan struktur kalimat, sebaiknya mendahulukan mengajarkan struktur kalimat/nahwu, baru kemudian masalah struktur kata/sharaf. Dalam mengajarkan kalimat/jumlah sebaiknya seorang guru memberikan hafalan teks/bacaan yang mengandung kalimat sederhana dan susunannya benar. Oleh karena itu, sebaiknya seorang guru bahasa Arab dapat memilih kalimat yang isinya mudah dimengerti oleh peserta didik dan mengandung kalimat inti saja

2. Prinsip koreksitas (prinsip ini diterapkan ketika sedang mengajarkan materi fonetik) sintaksis), dan (semiotic). Maksud dari prinsip ini adalah seorang guru bahasa Arab hendaknya jangan hanya bisa menyalahkan pada peserta didik, tetapi ia juga harus mampu melakukan pembetulan dan membiasakan pada peserta didik untuk kritis pada hal-hal berikut : pertama, korektisitas dalam pengajaran (fonetik). Kedua, korektisitas dalam pengajaran (sintaksis). Ketiga, korektisitas dalam pengajaran (semiotic).

a) korektisitas dalam pengajaran fonetik pengajaran aspek keterampilan ini melalui latihan pendengaran dan ucapan. Jika peserta didik masih sering melafalkan bahasa ibu, maka guru harus menekankan latihan melafalkan dan menyimak bunyi huruf Arab yang sebenarnya secara terus menerus dan focus pada kesalahan peserta didik.

b) korektisitas dalam pengajaran sintaksis perlu diketahui bahwa struktur kalimat dalam bahasa satu dengan yang lainnya pada umumnya terdapat banyak perbedaan. Korektisitas ditekankan pada pengaruh struktur bahasa ibu terhadap bahasa Arab. Misalnya, dalam bahasa Indonesia kalimat akan selalu diawali dengan kata benda (subyek), tetapi dalam bahasa Arab kalimat bisa diawali dengan kata kerja.

c) korektisitas dalam pengajaran semiotic dalam bahasa Indonesia pada umumnya setiap kata dasar mempunyai satu makna ketika sudah dimasukkan dalam satu kalimat. Tetapi, dalam bahasa Arab, hamper semua kata mempunyai arti lebih dari satu, yang lebih dikenal dengan istilah mustarak (sata kata banyak arti) dan mutaradif (berbeda kata sama arti).


3. Prinsip berjenjang (jika dilihat dari sifatnya, ada tiga kategori prinsip berjenjang, yaitu: pertama, pergeseran dari yang konkrit ke yang abstrak, dari yang global ke yang detail, dari yang sudah diketahui ke yang belum diketahui. Kedua, ada kesinambungan antara apa yang telah diberikan sebelumnya dengan apa yang akan ia ajarkan selanjutnya. Ketiga, ada peningkatan bobot pengajaran terdahulu dengan yang selanjutnya, baik jumlah jam maupun materinya. 


a. Jenjang pengajaran mufradat pengajaran kosa kata hendaknya mempertimbangkan dari aspek penggunaannya bagi peserta didik, yaitu diawali dengan memberikan materi kosa kata yang banyak digunakan dalam keseharian dan berupa kata dasar. Selanjutnya memberikan materi kata sumbang. Hal ini dilakukan agar peserta didik dapat menyusun kalimat sempurna sehingga terus bertambah dan berkembang kemampuannya.

 b. Jenjang pengajaran Qowaid (morfem) dalam pengajaran qowaid, baik qowaid nahwu maupun qawaid sharaf juga harus mempertimbangkan kegunaannya dalam percakapan/keseharian. Dalam pengajaran qowaid nahwu misalnya, harus diawali dengan materi tentang kalimat sempurna (jumlh mufiidah), namun rincian materi penyajian harus dengan cara mengajarkan tentang isim, fi’il, dan huruf.

c. Tahapan pengajaran makna (dalam mengajarkan makna kalimat atau kata-kata, seorang guru bahasa Arab hendaknya memulainya dengan memilih kata-kata/kalimat yang paling banyak digunakan/ditemui dalam keseharian mereka


mungkin itu saja laporan yang dapat saya sampaikan,semoga dapat bermanfaat bagi pembaca sekian dan terimakasih Wasalamu’alaikum Wr Wb.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman Bahasa

Pendidikan karakter anak di era milenial